Aku merasa malu pada apa yang telah terjadi selama ini. Tuhan telah memberiku kemampuan untuk bangkit dari keterpurukan tanpa bantuan siapapun kecuali Dia sendiri tapi aku tetap sedih karena merasa tak dianggap disini. Harusnya aku karena Tuhan telah memberiku hal yang tidak dimiliki banyak orang. Di luar sana mungkin banyak yg menolong orang terdekat mereka, tapi aku bisa berdiri sendiri dengan kemampuan yg aku miliki. Tuhan itu baik sekali :)
Lifestory, kumpulan cerita pendek, cerita bersambung, puisi, tulisan tentang kehidupan yang sarat makna
Wednesday, 27 May 2015
Wednesday, 18 March 2015
Orang paling tulus (TULISAN BUAT ANAK MUDA)
Gak semua orang bakal nyariin kamu. Gak semua orang bakal butuhin kamu. Kalo ada satu orang yang selalu nyari kamu itu artinya kamu berarti buat dia. Jika kamu pergi dari orang itu mungkin dunianya juga ikut hancur saat itu juga. Tidak mencintai itu wajar karena perasaan tidak bisa dipaksakan. Tapi jika pilihanmu adalah pergi selamanya dari dia lalu bagaimana dia bisa bangkit? Dia akan berfikir kesalahan besar apa yang telah ia lakukan hingga kamu pergi jauh, pergi sangat jauh hingga ia tak bisa melihatmu lagi. Seseorang yang dalam keadaan itu bagaimana dia akan menjalani harinya? Mungkin kamu akan berfikir bahwa itu adalah urusannya sendiri. Kalau kamu berfikir demikian, ada satu pertanyaan, apakah kamu seorang manusia?
Tidak perlu menghilang dari orang yang mencintaimu. Cukup katakan kalau kamu tidak memiliki perasaan padanya. Jujur saja, itu akan lebih baik karena jika dia benar benar mencintaimu maka dia akan berhenti mencarimu jika kamu menyuruhnya berhenti. Dia akan mundur perlahan jika kamu memintanya mundur. Dia akan merelakanmu jika kamu menginginkan hal itu. Tapi ketahuilah, orang yang melakukan hal itu adalah orang yang paling tulus mencintaimu.
Thursday, 19 February 2015
Janji seorang gadis
Gadis itu duduk disudut ruangan dengan wajah yang muram saat aku menghampirinya. Tersirat dari sana dia sedang dalam problema yang mungkin akan merubah hidupnya.
Dia berkata padaku bahwa dendam itu buruk, sangatlah buruk. Jangan pernah sekalipun menghampirinya bahkan memikirkannya. Dendam hanyalah sebuah alasan untuk melawan takdir yang telah Tuhan berikan padamu.
Entah apa yang telah terjadi padanya. Aku hanya bisa menjadi pendengar yang baik untuk teman yang kukenal ini. Dia berbicara lagi sambil membuka-buka buku yang mungkin tidak ingin dibacanya. Dia berkata sekali lagi, saat kau terjebak dalam dendam, kau tidak akan pernah puas dan akan terus haus olehnya, tapi sampai kapan? Apakah sampai orang yang kau benci itu mati atau menghilang dari pandanganmu? Tidak. Kau akan tetap membencinya meskipun dia berada jauh, sangat jauh. Aku merasakannya dan itu adalah kesalahan terbesarku.
Aku tidak bisa membiarkan orang itu pergi dari sisiku dan mulai mengacaukan semuanya. Aku mulai mengacaukan hidup kami bertiga dengan dasar aku harus bahagia dan mendapatkan apa yang aku inginkan dalam hidup ini. Tapi aku lupa kalau karma akan selalu menghantuiku. Cepat atau lambat karma akan datang padaku.
Dia menghela nafasnya sebentar dan melanjutkan kisah pilunya lagi. Atas dasar itu aku mengacaukan hidup yang seharusnya bahagia. Mungkin aku akan bahagia jika aku merelakan dia pergi dulu tapi aku terlalu bodoh untuk menyadarinya. Aku dibutakan cinta yang tanpa syarat. Aku dibutakan perasaan yang terlalu dalam. Aku kalah, benar-benar kalah. Kini karma itu datang menghampiriku seperti dementor yang tak bisa kuhindari. Aku ditinggalkan oleh orang yang kucintai sekarang, orang yang spesial, benar-benar spesial. Kau tahu rasanya? Rasanya begitu kosong di dalam dada ini. Tapi semua ini menyadarkanku bahwa cinta itu tak sepenuhnya membuatmu bahagia. Kau bisa sedih karenanya. Sekarang yang akan aku lakukan adalah bangkit dan mengejar apa yang seharusnya aku kejar, karier yang selama ini jadi impianku dan jika kami bertemu nanti, kami akan saling tersenyum dan membangakan satu sama lain.
Itulah janjinya yang dia utarakan dihadapanku hari ini. -Kiko-
Monday, 9 February 2015
Sepenggal Kisah dari Sebuah dilema
Seperti Bintang
terpukau ku dengan sinar sang mentari
sesaat ku teringat pada sebua memori
yang membuat aku hidup lagi
Tuhan
mengapa Kau pertemukan aku dengannya
dengannya yang tak pernah bisa aku miliki
namun hidupku ini kembali bersinar lagi
waktu berjalan melambat lagi
hingga akhirnya berhenti
dan biarkan aku meraihnya sekali lagi
meski ini tak akan abadi
air mata ku menetes deras membasahi kedua pipi
derap langkahnya terdengar lagi
dan biarkan ku bertemu meski hanya dalam mimpi
apa yang akan terjadi nanti jika kami bertemu lagi
mungkinkah Kau ijinkan kami
kembali pada takdir yang telah terjadi
bila waktu dapat berputar lagi
ijinkan dia meraih jemariku ini
dan kami dapat tersenyum abadi
tapi Tuhan semua telah terjadi di saat ini
dia akan menjadi sebuah memori indah yang telah Kau beri
seperti bintang yang menyinari malam ini
ini puisi yang aku bikin sekitar tahun 2013. inspirasinya dari seorang wanita yang bertemu dengan seorang pria yang bisa membuatnya bahagia. tapi sayangnya mereka tidak lagi bersama karena banyak hal yang terjadi. wanita itu bahagia karena telah dipertemukan oleh pria itu meskipun mereka menjalani jalan masing-masing. dihati kecilnya, sang wanita ingin bersamanya lagi karena dia tau kalau kebahagiaan yang dia cari selama ini adalah pria itu. gitu.
waktu baca puisi ini, aku jadi kebawa emosi, padahal waktu bikinnya biasa banget. :DDD *kok jadi curhat*
-KIKO-
Ran dan Dika
Thursday, 5 February 2015
Matahari dan Hujan
Pada akhirnya
semua akan kembali
Kau matahari bagiku
aku hujan bagimu
Saat kita bersatu
lukakah yang akan kita dapat
atau bahagia tak berujung yang senantiasa beserta kita
Segenap rasaku ingin bersamamu, sampai akhir perjalanan ini
Segenap hatiku ingin memilihmu untuk menuai indahnya dunia
Namun hati ini ragu
pada kehendak Tuhan yang begitu rahasia.
Daya apa yang kumiliki untuk menyentuhmu
hingga aku tak kuasa memandangmu.
Ego
Pada akhirnya aku menyadari sesuatu yang mendasari semua ini terjadi. Ego. Ada apa dengan keteguhan hati yang dibangun dari satu persatu kepercayaan. Tergores ego hingga rapuhkah? Atau trauma masa silam yang tak pernah bisa kau lupakan? Itu juga termasuk egomu.
Kamu bilang kamu punya perasaan, apakah dia tidak punya? Ada apa dengan semangat mencintaimu? Terkoyak oleh luka-luka yang seharusnya sudah mengering?
Egomu yang terlalu jauh telah menyakiti dirimu sendiri dan menyakitinya, itu pasti.
Apakah kau tau apa yang ada dalam hatinya? Iya dia tidak memberi tahumu, sudah jelas dia memintamu untuk menunggu tapi apa yang kamu lakukan? Kamu bertanya dan terus bertanya kenapa ini dan kenapa itu. Tidak lelahkah kamu dengan semua pertanyaan yang menghujam hatimu sendiri? Siapa yang menyakitimu kemudian? Dialah dirimu sendiri yang melakukan kekejaman, siksaan tak bedasar.
Menyesal sekarang? Tidak seharusnya kamu seperti ini. Yang ku pikirkan hanya dirimu sendiri, dirimu saja. Kenapa? Kamu takut akan terjadi sesuatu yang sama seperti dulu? Jangan pernah sekalipun memikirkannya maka hal itu tidak akan pernah terjadi. Harusnya kamu sadar akan hal itu. Bukankah kamu membanggakan dirimu yang terluka begitu dalam dan luar biasa menyakitkan dulu dan masih bisa berdiri sekuat karang. Atau jangan jangan luka yang kau dapatkan selama itu dari ulahmu sendiri? Benarkah?
Belajarlah dari apa yang sudah terjadi. Kenapa kamu harus selalu mengulangi kesalahan yang sama tiap tahunnya? Ini bukan salah januari tapi salah egomu yang kerapkali menggerogoti kepercayaan dirimu.
Tuesday, 3 February 2015
Fan meet Raditya Dika
Aku sama temenku ngatri dengan santai dan mematuhi aturan yang udah disampein petugas yang gak boleh nyerobot antrian. Disinilah saya mulai geram ketika ada dua cewek yang tiba-tiba ada disebelas aku. Aku udah mencium gelagat aneh dari mereka berdua. Kayaknya mau nyerobot antrian gitu. Dan benar saja mereka mulai dempet-dempet gak jelas. Tapi dengan sigap gerekan mereka aku blok dan beradalah mereka dibelakangku.
Antrian maju perlahan tapi pasti samapi pada giliran aku
sama temenku. Kebetulan banget Bang Radit pake kaos warna ijo, sama banget sama
ootd aku. Dia putih ya ternyata, ya emang pendek sih tapi lucuk. Tangannya alus
banget pas salaman. Ya emang tangan penulis alus-alus kali ya. Sunday, 1 February 2015
mampir ke sma
memory
di luar sana ada seseorang yang sedang membuka memorinya. memori tentang cinta pertamanya yang indah dan juga getir. suatu ketika dia bertanya padaku, 'jika kamu jadi aku, apa yang akan kamu lakukan?' sambil tersenyum aku menjawab, 'aku akan tersenyum saat mengingatnya dan menutupnya kembali saat aku sudah selesai bernostalgia dengannya.'
ya, ada yang bilang tak ada masa depan di masa lalu. masa lalu hanyalah sebagai suatu kejadian yang telah lalu yang tak bisa diulang lagi kan? biarkan memory yang indah yang ada diingatan. jika terbesit sesuatu yang sedih, delete saja agar tidak menjadi beban di dalam hati. :)
Wednesday, 7 January 2015
Januari yang tak nyaman
Bulan ini datang lagi, ya, Januari. Entah ada apa bulan ini menjadi musuh terbesarku. Banyak hal buruk yang tiba.tiba muncul yang membuat gundah hati ini. Em, mungkin aku berlebihan tapi ya perasaan ini begitu.
Lelaki yang Ingin Menghilang di Balik Cahaya
Ada seseorang yang memulai kariernya sejak remaja. Mereka berlima, bernyanyi bersama, tumbuh dalam sorot lampu yang sama. Ia yang paling tua...
-
Saat itu tahun 2007 akhir dan mau memasuki 2008, pertama kali aku memutuskan untuk menjadi seorang VIP . Bagiku yang seorang pecinta musik k...
-
Ketika seni bertemu dengan musik, lahirlah sebuah mahakarya yang tak terelakkan di atas panggung. Dari pertemuan inilah sosok G-Dragon tumbu...
-
Sepuluh tahun lalu, lagu-lagu BIGBANG terdengar asing. Bukan karena jelek, melainkan karena terasa tidak berada di tempat yang sama deng...

