Monday, 9 February 2015

Sepenggal Kisah dari Sebuah dilema

Seorang gadis menatap lekat-lekat mata seoarng pria yang ada dihadapannya. Mereka berdua terdiam. Hanya memandang satu sama lain. Air mata sang gadis mulai metes perlahan. Tapi dia tetap saja diam tanpa bicara apapun juga.  Dan sang pria pun mulai barsuara.
"Kenapa kau harus menangis di depan ku?" tapi gadis itu tak menjawab dan terus saja diam. "Bo Eun, katakan sesuatu."
"Jika kau memintaku untuk pergi hari ini, maka aku akn pergi. Tapi tidak untuk besok. Jika kau memintaku untuk meninggalkanmu sekarang, maka aku akan meninggalkanmu bersamanya tanpa melihat ke arahmu lagi. Dan jika kau memintaku untuk berpisah denganmu detik ini, maka aku akan berlari dan menjauh ke tempat yang tidak akan pernnah kau temukan. Aku akan melakukannya untukmu dan juga untuknya jika kau memintaku untuk pergi hari ini. Tapi semua ini tidak akan berlaku lagi esok hari. Karena aku tidak akan pernah melepaskanmu dari ku jika esok tiba. Dan yang harus pergi bukanlah aku, tapi dia. Jadi, putuskanlah hari ini, Ji Yong."
Ji Yong melangkah perlahan, mendekati Bo Eun yang masih menangis dan tiba-tiba memeluknya. "apa yang kau katakan? Aku tidak mengerti. Kenapa kau harus berfikir untuk pergi dariku? Kenapa kau bisa berfikir serumit itu?"
"Bukankah kau yang membuat semua ini jadi rumit? Aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi padamu. Cukup aku saja yang merasakan semua ini." kata Bo Eun terisak.

"Bahkan kau tidak bisa membenciku. Dengar, aku sama sekali tidak mengerti tentang apa yang katakan dan aku sama sekali tidak ingin mengerti tentang itu semua. Maaf jika aku membuatmu sakit. Tapi tenanglah. Semua ini akan segera berakhir. Sebentar lagi kekacauan ini akan berhenti dan menjadi baik.baik saja seperti apa yang kita inginkan. Jadi, bersabarlah Bo Eun." Ji Yong mengelus.elus kepala Bo Eun dan dia hanya menangis sepanjang malam itu.




pengennya bikin kisah panjangnya. tapi karena banyak hal jadi terbengkalai. sekarang juga gak bisa ngelanjutin tulisan ini. -KIKO-

No comments:

Post a Comment

Lelaki yang Ingin Menghilang di Balik Cahaya

Ada seseorang yang memulai kariernya sejak remaja. Mereka berlima, bernyanyi bersama, tumbuh dalam sorot lampu yang sama. Ia yang paling tua...