Seorang gadis menatap lekat-lekat mata seoarng pria yang ada
dihadapannya. Mereka berdua terdiam. Hanya memandang satu sama lain. Air mata
sang gadis mulai metes perlahan. Tapi dia tetap saja diam tanpa bicara apapun
juga. Dan sang pria pun mulai barsuara.
"Kenapa kau harus menangis di depan ku?" tapi gadis
itu tak menjawab dan terus saja diam. "Bo Eun, katakan sesuatu."
"Jika kau memintaku untuk pergi hari ini, maka aku akn
pergi. Tapi tidak untuk besok. Jika kau memintaku untuk meninggalkanmu
sekarang, maka aku akan meninggalkanmu bersamanya tanpa melihat ke arahmu lagi.
Dan jika kau memintaku untuk berpisah denganmu detik ini, maka aku akan berlari
dan menjauh ke tempat yang tidak akan pernnah kau temukan. Aku akan
melakukannya untukmu dan juga untuknya jika kau memintaku untuk pergi hari ini.
Tapi semua ini tidak akan berlaku lagi esok hari. Karena aku tidak akan pernah
melepaskanmu dari ku jika esok tiba. Dan yang harus pergi bukanlah aku, tapi
dia. Jadi, putuskanlah hari ini, Ji Yong."
Ji Yong melangkah perlahan, mendekati Bo Eun yang masih menangis
dan tiba-tiba memeluknya. "apa yang kau katakan? Aku tidak mengerti. Kenapa
kau harus berfikir untuk pergi dariku? Kenapa kau bisa berfikir serumit
itu?"
"Bukankah kau yang membuat semua ini jadi rumit? Aku tidak
ingin sesuatu yang buruk terjadi padamu. Cukup aku saja yang merasakan semua
ini." kata Bo Eun terisak.
"Bahkan kau tidak bisa membenciku. Dengar, aku sama sekali
tidak mengerti tentang apa yang katakan dan aku sama sekali tidak ingin
mengerti tentang itu semua. Maaf jika aku membuatmu sakit. Tapi tenanglah. Semua
ini akan segera berakhir. Sebentar lagi kekacauan ini akan berhenti dan menjadi
baik.baik saja seperti apa yang kita inginkan. Jadi, bersabarlah Bo Eun."
Ji Yong mengelus.elus kepala Bo Eun dan dia hanya menangis sepanjang malam itu.
pengennya bikin kisah panjangnya. tapi karena banyak hal jadi terbengkalai. sekarang juga gak bisa ngelanjutin tulisan ini. -KIKO-
No comments:
Post a Comment