Monday, 9 February 2015

Seperti Bintang

tersenyum ku memandang langit pagi 
terpukau ku dengan sinar sang mentari
sesaat ku teringat pada sebua memori 
yang membuat aku hidup lagi
Tuhan 
mengapa Kau pertemukan aku dengannya
dengannya yang tak pernah bisa aku miliki
namun hidupku ini kembali bersinar lagi
waktu berjalan melambat lagi 

hingga akhirnya berhenti
dan biarkan aku meraihnya sekali lagi 

meski ini tak akan abadi
air mata ku menetes deras membasahi kedua pipi
derap langkahnya terdengar lagi 

dan biarkan ku bertemu meski hanya dalam mimpi
apa yang akan terjadi nanti jika kami bertemu lagi
mungkinkah Kau ijinkan kami 

kembali pada takdir yang telah terjadi
bila waktu dapat berputar lagi 

ijinkan dia meraih jemariku ini
dan kami dapat tersenyum abadi
tapi Tuhan semua telah terjadi di saat ini
dia akan menjadi sebuah memori indah yang telah Kau beri
seperti bintang yang menyinari malam ini


ini puisi yang aku bikin sekitar tahun 2013. inspirasinya dari seorang wanita yang bertemu dengan seorang pria yang bisa membuatnya bahagia. tapi sayangnya mereka tidak lagi bersama karena banyak hal yang terjadi. wanita itu bahagia karena telah dipertemukan oleh pria itu meskipun mereka menjalani jalan masing-masing. dihati kecilnya, sang wanita ingin bersamanya lagi karena dia tau kalau kebahagiaan yang dia cari selama ini adalah pria itu. gitu. 
waktu baca puisi ini, aku jadi kebawa emosi, padahal waktu bikinnya biasa banget. :DDD *kok jadi curhat*
-KIKO-

No comments:

Post a Comment

Lelaki yang Ingin Menghilang di Balik Cahaya

Ada seseorang yang memulai kariernya sejak remaja. Mereka berlima, bernyanyi bersama, tumbuh dalam sorot lampu yang sama. Ia yang paling tua...