Pada akhirnya aku menyadari sesuatu yang mendasari semua ini terjadi. Ego. Ada apa dengan keteguhan hati yang dibangun dari satu persatu kepercayaan. Tergores ego hingga rapuhkah? Atau trauma masa silam yang tak pernah bisa kau lupakan? Itu juga termasuk egomu.
Kamu bilang kamu punya perasaan, apakah dia tidak punya? Ada apa dengan semangat mencintaimu? Terkoyak oleh luka-luka yang seharusnya sudah mengering?
Egomu yang terlalu jauh telah menyakiti dirimu sendiri dan menyakitinya, itu pasti.
Apakah kau tau apa yang ada dalam hatinya? Iya dia tidak memberi tahumu, sudah jelas dia memintamu untuk menunggu tapi apa yang kamu lakukan? Kamu bertanya dan terus bertanya kenapa ini dan kenapa itu. Tidak lelahkah kamu dengan semua pertanyaan yang menghujam hatimu sendiri? Siapa yang menyakitimu kemudian? Dialah dirimu sendiri yang melakukan kekejaman, siksaan tak bedasar.
Menyesal sekarang? Tidak seharusnya kamu seperti ini. Yang ku pikirkan hanya dirimu sendiri, dirimu saja. Kenapa? Kamu takut akan terjadi sesuatu yang sama seperti dulu? Jangan pernah sekalipun memikirkannya maka hal itu tidak akan pernah terjadi. Harusnya kamu sadar akan hal itu. Bukankah kamu membanggakan dirimu yang terluka begitu dalam dan luar biasa menyakitkan dulu dan masih bisa berdiri sekuat karang. Atau jangan jangan luka yang kau dapatkan selama itu dari ulahmu sendiri? Benarkah?
Belajarlah dari apa yang sudah terjadi. Kenapa kamu harus selalu mengulangi kesalahan yang sama tiap tahunnya? Ini bukan salah januari tapi salah egomu yang kerapkali menggerogoti kepercayaan dirimu.
No comments:
Post a Comment